Kemenangan Inggris yang sudah di depan mata mesti buyar karena satu alasan yang simpel yaitu lawan berhasil mencetak gol. Penalti Lorenzo Insigne pada akhir pertandingan memaksa “The Three Lions” bermain imbang 1-1 saat menghadapi Italia di laga coba-coba.
Hasil ini tentu mengecewakan bagi Inggris yang tampil lumayan mengesankan. VAR bisa jadi bintang pada pertandingan ini karena memberikan “assist” bagi terciptanya gol Italia.
Tempo pertandingan babak pertama berlangsung cepat meski waktu permainan tetap 45 menit, tidak selesai lebih cepat. Kedua tim bermain terbuka sehingga banyak peluang yang dihasilkan. Pertandingan baru berjalan tiga menit, Italia langsung menciptakan peluang.
John Stones melakukan blunder yang membuatnya kehilangan bola. Meski hilang dia tidak bertanya kepada orang lain ke mana bola tersebut. Ciro Immboile yang berdiri di dekatnya langsung saja menyambar bola.
“Siapa nemu, dia dapat” mungkin begitu kata Immobile. Namun sayang sepakannya masih membentur kaki Stones yang bertanggung jawab dan melambung jauh terbang tinggi bersama mimpi.
Pada menit ke-10 gantian Jamie Vardy yang mengancam saat mendapat umpan terobosan. Namun sebelum sempat menendang, bola berhasil ditekel Mattia De Sciglio hingga Vardy terpaksa menendang angin yang tidak bersalah.
Beberapa menit kemudian Immobile kembali mendapatkan peluang setelah menyambut umpan dari Antonio Candreva. Sayang sundulan Immobile malah tidak mengarah ke gawang meski ia menyundul dengan kepala sendiri. Mungkin kalau pakai kepala temannya bisa lebih mengarah.
Inggris berhasil mencetak gol pada menit ke-26 yang bermula dari pelanggaran kepada Raheem Sterling. Jesse Lingard dengan cepat langsung mengambil tendangan bebas ketika para bek Italia masih asyik bengong. Entah apa yang dipikirkan, mungkin jemuran di rumah belum sempat diangkat. Memang hujan sekarang sulit untuk diprediksi.
https://twitter.com/Sporf/status/978747228079747072
Vardy yang mendapat operan dari Lingard buru-buru menggiring bola ke dalam kotak penalti. Tendangan kerasnya berhasil masuk dengan tegas ke gawang Gianluigi Donnarumma.
Gol itu sempat dipertanyakan warga Italia. Biasanya tendangan bebas depan kotak penalti apalagi yang bersifat langsung, menunggu aba-aba dari wasit untuk digulirkan. Namun, Lingard tak peduli dan coba-coba melempar manggis. Ternyata wasit mengabulkannya.
Italia tidak bosannya melancarkan serangan bagai SMS tawaran peminjaman uang yang kerap datang dari nomor-nomor tidak dikenal. Namun hingga akhir babak pertama, skor tetap 1-0 untuk Inggris.
Pada babak kedua tempo permainan tetap cepat dan kedua tim saling bertukar serangan. Namun Inggris menerapkan pressing ketat yang menyulitkan Italia untuk mengembangkan permainan.
Para pemain Italia dijaga dengan ketat macam ABG baru jadian. Ke mana-mana selalu ditempel, apalagi kalau naik motor nempel banget enggak lepas-lepas. Kalau mereka jatuh juga sepertinya masih nempel.
Jelang akhir pertandingan tepatnya pada menit ke-87, wasit Deniz Aytekin tampak ragu-ragu memberikan penalti saat pelanggaran James Tarkowski kepada Federico Chiesa.
Aytekin harus meminta bantuan VAR untuk membantu keputusannya. Setelah mengamati dengan saksama tanpa sambil garuk-garuk bokongnya, dia memberikan penalti buat Italia.
Insigne yang badannya lebih besar dari tempat balsem itu sukses menceploskan bola dengan mantul alias mantap betul ke gawang Jack Butland. Gol tersebut menjadikan pertandingan berkesudahan dengan skor 1-1 untuk kedua tim.
https://twitter.com/Squawka/status/978735765508313089
Pelatih Inggris, Gareth Southgate mengaku tidak puas atas hasil tersebut. Menurutnya penggunaan VAR tidak mampu menjelaskan semua insiden. Ada benarnya juga karena segala yang terjadi dalam hidup ini sebenarnya adalah sebuah misteri Ilahi menurut Ari Lasso.
“Memang terlihat Tarkowski menginjak Chiesa. Tapi, itu terjadi pada proses berlari dan bagaimanapun dia akan terjatuh,” ujar pelatih yang kalau diterjemahkan namanya menjadi Gareth ‘Gerbang Selatan’, dikutip dari Detik.
Sementara Chiesa menilai Italia seharusnya bisa menang pada laga tersebut. Seharusnya memang menang jika Italia bisa mencetak satu gol lagi, tidak mungkin tidak.
“Jika kami bisa memaksimalkan salah satu peluang di awal, hasilnya akan sangat berbeda. Kami juga bagus di lini tengah,tapi sayangnya Inggris unggul lebih dulu karena memanfaatkan ksalahan kami,” ujar pemain 20 tahun itu.
Main photo: @BBCSport

Tidak ada komentar:
Posting Komentar